NOTE FOR THE GIRL WITH FUNNY HAIR
: kau benar-benar membenciku
Kalau memang aku tak bisa berjalan sendiri.....
aku ingin kesabaranmu slalu menuntunku.
Kalau memang aku tak bisa melihat dan mendengar....
aku ingin mata hatimu slalu setia menemaniku.
....dan....
Bila aku tak punya waktu lagi untuk tetap bernapas..........
aku ingin peluk hangatmu.....melepasku pergi......
[dewi permata hati]
Sore ini, aku menelusuri jejakmu. Melihat kembali segala yang pernah terjadi dalam pasungan waktu yang tak akrab. Sejurus aku serupa menemukan harapan yang pernah hilang. Aku sadari bahwa kau lebih dewasa dengan apa yang kau tuliskan dalam hatiku. Aku nyaris tak berjarak denganmu, dan seperti yang pernah kau katakan, bahwa benarlah apa yang pernah mengalir itu.
Aku ingat bahwa dan masih yakin dengan apa yang kujalani, serupa meniti jalan tipis di antara belukar yang berisi duri. Dan terjadilah yang seharusnya terjadi, kau bimbang aku meradang. Kau sembunyi aku merintih. Mungkin harus benar, bahwa apa yang tengah berkelindan itu hanyalah sebuah tamparan. Dan kali mungkin aku menamparmu keras.
Catatan yang kuberikan padamu saat itu berisi banyak harapan untuk membuatmu mengerti, bukan benci. Tapi ternyata akulah yang naïf, tak seharusnya aku jujur padamu. Dan mungkin benar tak ada yang penting atas apa yang terjadi di dalam hati kita masing-masing. Pertemuan kita menjadi klasik serupa bharatayudha yang penuh dengan intrik. Lantas pada bagian manakah cerita pengampunan? Sepertinya sama sekali tak ada.
Iya, kusadari ternyata aku menjadi jahat karenaku. Aku sendiri menjadi muak dengan apa yang kulakukan padamu. Maka, pintu maafmu memang tak seharusnya kau buka untukku. Aku mengerti untuk itu, dan saat aku harus meminta sedikit saja suaramu untuk menghiasi malamku, kaupun menolakku.
“halo…kaukah itu?” kuberanikan diri bertanya padamu.
“salah sambung!” suara yang kukenal.
“salah sambung?”
Aku hapal nomermu, kali ini aku tidak salah pencet. Sebegitukah, kau benci padaku? Oh, siapakah yang mengisolasi semua ini? Tidak! Sampai kapanpun aku tidak akan pernah berhenti mencintaimu. Meski kau benar-benar membenciku.
260109, setelah meneleponmu.